Tantangan Pembayaran Judi Online

Bisnis judi online sedang berkembang pesat. Bahkan diperkirakan bahwa di tahun 2021, pendapatan bisnis taruhan ini akan mencapai satu triliun dollar. Perhitungan ini didapatkan dari perhitungan kasar keuntungan yang masuk ke rekening bisnis online. Namun demikian, pemilik bisnis juga diprekdisikan akan mengalami beberapa kendala untuk masalah pembayaran kepada pemain.

Kecepatan Transaksi

Sampai hari ini, sistem yang digunakan oleh situs taruhan online masih tergolong “kuno”. Mengapa demikian? Karena pemain harus mendaftar terlebih dahulu sebelum bisa melakukan transaksi apapun. Hal ini dirasakan sebagai sebuah halangan, terutama karena pemain didominasi oleh kaum muda. Mereka ingin mendapatkan kecepatan transaksi kilat.

Perbandingan yang paling mudah adalah situs belanja online. Tanpa harus mendaftar terlebih dahulu, mereka sudah bisa memilih dan menyimpan item belanja ke dalam keranjang. Tantangan inilah yang harus dijawab oleh para pengembang situs.

Sembari menyesuaikan sistem pembayaran dengan permintaan pemain, pengembang juga tidak boleh memberikan celah untuk para peretas. Jika tidak, maka keamanan data pemain akan dipertaruhkan.

Penipuan

Masalah selanjutnya dalam transaksi judi online adalah penjaminan keamanan data peserta. Sudah ada banyak kasus dimana akun milik pemain diretas dan dipergunakan untuk transaksi yang tidak diketahui oleh pemilik aslinya. Tentu saja, hal ini merugikan si pemilik akun.

Dalam hal ini, pengembang situs memegang tanggung jawab besar untuk menjaga seluruh data pemain. Sebuah survey mengungkapkan bahwa satu dari setiap 20 akun baru memiliki kemungkinan untuk diretas. Angka ini tergolong tinggi mengingat pemain taruhan cenderung memiliki beberapa akun sekaligus di situs berbeda.

Untuk dapat menghindari penipuan atau peretasan, perlu adanya pengamanan ganda dari kedua belah pihak. Pengembang situs akan memonitor transaksi deposit dan penarikan hadiah. Para pemain memonitor akses untuk masuk ke akun masing masing. Jika ada aktivitas mencurigakan, segera laporkan.

Penolakan Pembayaran

Beberapa situs mengijinkan pemain untuk menghubungkan akun miliknya ke kartu kredit pribadi mereka. Sebagai pemilik kartu, para pemain berhak menolak untuk memproses transaksi. Hal ini biasanya terjadi ketika si pemilik mendeteksi bahwa transaksi tersebut tidak memiliki bukti transaksi atau dicurigai sebagai penipuan.

Sekilas, fitur ini melindungi pemain dari penyerangan peretas. Lalu bagaimana jika si pemain lah yang melakukan kecurangan? Ketika pemain kalah besar, mereka memerlukan uang tambahan untuk membayar uang taruhan. Secara otomatis, permohonan ini diteruskan ke kartu kredit. Pemain nakal lalu menolak pembayaran.

Dalam situs judi online, teknis pembayaran dana adalah salah satu topik sensitif, baik bagi pemain maupun pemilik situs. Oleh karena itu, kedua belah pihak disarankan mengambil langkah preventif agar tidak terjebak dalam sistem pembayaran yang tidak lancar. Dari pihak pemilik situs sendiri, ada beberapa tantangan yang harus dipecahkan.