Wisata Malang Pujon Kidul

Pesona desa wisata memang tak akan pernah pudar, termasuk wisata Malang Pujon. Desa wisata Pujon Kidul yang ada di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang memang kian terkenal di telinga wisatawan lokal. Perubahan fantastis pun banyak terjadi di objek wisata yang satu ini. Sebut saja mulai dari jumlah kanopi yang ada di kafe sawah, mini gazebo hingga tempat kandang kuda. Tidak heran apabila kunjungan wisatawan ke desa wisata Pujon mencapai 3000 orang tiap akhir pekan. Perubahan fantastis ini tak sekedar kerja keras warga desa, namun juga bekerjasama dengan bank plat merah melalui program Kredit Usaha Rakyat atau KUR.

 

Daya tarik rental mobil malang satu ini memang tak sekedar kawasan kampung lestari. Namun juga mengedepankan aktivitas warga desanya yang masih produktif. Terdapat pula dusun yang mengonsentrasikan pada produksi susu sapi, sehingga disebut sebagai kampung susu. Selain itu, ada juga dusun di mana warganya berkonsentrasi pada budi daya tanaman toga. Ada lagi kampung apel, markisa serta jambu merah sesuai budidaya tanaman yang dominan di dusun atau kampung tersebut. Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung wisata Malang Pujon. Apalagi, pengunjung bisa memetik sendiri jambu merah di kampung sebagai bagian dari wisata petik buah.

Tingginya animo masyarakat akan wisata Malang Pujon membuat kawasan desa ini menjadi desa wisata produktif serta terdapat diversifikasi usaha. Masyarakat desa pun merasa senang karena tidak lagi pusing dalam memikirkan bagaimana memasarkan usaha pertaniannya. Pendapatan desa juga turut terdongkrak. Pada tahun 2016 lalu saja, pendapatan asli desa Pujon Kidul tembus angka Rp80.000.000 atau yang tertinggi di antara 377 desa lain di Kabupaten Malang. Rata-rata pendapatan asli desa lain hanya ada di kisaran 8 hingga 10 juta saja. Pendapatan yang fantastis ini terutama berasal dari retribusi warung, jasa parkir hingga pajak homestay. Berkat segala kreativitas ini, Desa Pujon Kidul didapuk sebagai Desa Program Kampung Iklim atau Proklim Nasional oleh Kemen Lingkungan Hidup dan Kehutanan.